Tampilkan postingan dengan label Kuliner. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kuliner. Tampilkan semua postingan

Jumat, 06 Maret 2015

Gemblong, Jajanan Pasar yang Digemari Masyarakat

Gemblong termasuk salah satu jajanan pasar yang banyak digemari oleh masyarakat Indonesia. Rasanya yang manis dan sedikit kenyal membuat gemblong menjadi cemilan yang nikmat dan menjadi teman yang pas untuk bersantai.
Cemilan yang banyak ditemui di pasar-pasar tradisional ini terbuat dari adonan tepung beras ketan putih yang dibentuk bulat kemudian digoreng. Setelah digoreng, kemudian dilapisi dengan larutan gula aren.

Di beberapa daerah, gemblong dikenal dengan nama yang berbeda. Seperti di Jawa Timur misalnya, panganan ini biasa disebut getas. Sedikit berbeda dengan gemblong yang menggunakan ketan putih, getas dibuat menggunakan ketan hitam.
Meskipun gemblong sudah dikenal hampir seluruh masyarakat di nusantara, namun asal-usul nama dan dari mana kue ini berasal tidak ada yang mengetahui secara pasti. Namun ada beberapa pendapat masyarakat yang mengatakan nama gemblong diambil karena bentuknya yang bulat dan lonjong.

Sensasi Menikmati Pisang Goreng dengan Cocolan Sambal

Angin berhembus kencang di Pantai Malalayang, mendorong air laut menghempas bebatuan cadas yang ada di pinggirnya. Sementara Pulau Manado Tua berdiri angkuh di hadapan, menyingsing sinar matahari yang mulai berpendar merah di air laut. Suasana demikian akan semakin lengkap jika ditemani kudapan khas Manado berupa pisang goreng.
Sepintas tak ada yang berbeda antara pisang goreng Manado dengan pisang goreng pada umumnya, termasuk cara pembuatannya. Awalnya pisang dipilih dari jenis pisang kepok, pemilihan jenis pisang ini bukan tanpa alasan, pisang kepok mempunyai daging yang tebal dan dianggap mempunyai rasa yang lebih manis dan cocok untuk dijadikan bahan utama pisang goreng.
Adonan pisang goreng terbuat dari tepung terigu yang dicampur air sedikit demi sedikit hingga mencapai kekentalan tertentu. Setelah adonan selesai dibuat, pisang dimasukkan dalam keadaan sudah teriris 4 kali tanpa putus, sehingga pisang nampak lebar dan pipih ketika digoreng. Minyak yang digunakan harus penuh, hal ini penting agar pisang dapat terendam minyak panas dengan sempurna.

Meski cara pembuatannya tidak berbeda dengan pisang goreng pada umumnya, namun satu yang  unik dari pisang goreng Manado terletak pada cara menyantapnya. Pisang goreng Manado biasa disantap dengan cocolan sambal ikan roa. Perpaduan sambal ikan roa yang gurih dan pedas dengan pisang goreng yang manis dan legit menghasilkan cita rasa yang khas saat berada di mulut. Menikmati pisang goreng dengan cocolan sambal merupakan pengalaman unik yang hanya Anda bisa rasakan di Manado.
Penjual pisang goreng Manado banyak ditemukan di sekitaran Pantai Malalayang. Dibanderol dengan harga Rp2000/buah, kudapan khas yang satu ini sangat cocok untuk menemani suasana santai sambil menikmati hembusan angin pantai. Namun Jangan lupa, kenikmatan menyantap pisang goreng Manado akan semakin lengkap dengan tambahan kopi tradisional Manado yang disajikan saat kopi masih panas.

Nikmatnya Menghirup Aroma Khas Teh Solowi

Teh menjadi salah satu minuman yang banyak digemari masyarakat Indonesia. Minuman khas yang berasal dari daun teh ini menjadi teman yang pas untuk menikmati saat santai di rumah. Di Indonesia banyak terdapat daerah penghasil teh seperti di kawasan Pagaralam, Palembang, Puncak, Bogor, dan Solo.



Solo sebagai salah satu daerah penghasil teh memiliki satu jenis teh khas yakni teh solowi. Teh beraroma harum ini merupakan hasil perkebunan teh di kawasan Solo dan di racik dengan cara yang masih tradisional.

Sama halnya dengan teh poci yang disajikan menggunakan gula batu, dalam penyajiannya teh solowi juga menggunakan gula batu putih transparan. Penambahan gula batu menjadikan menghirup teh ini menjadi lebih nikmat. Aroma teh yang khas langsung tercium saat teh ini disajikan dalam keadaan panas.

Tinoransak, Masakan Rumahan Khas Tanah Minahasa

Selain terkenal dengan keindahan Taman Nasional Bunaken, Manado juga terkenal dengan kekayaan kulinernya. Tinoransak salah satunya, masakan rumahan yang memiliki citarasa pedas dengan bumbu kunyitnya yang kental.
Tinoransak merupakan masakan rumahan bagi masyarakat Minahasa, masyarakat asli Sulawesi Utara. Makanan yang disajikan bersama nasi hangat ini menggunakan daging babi sebagai bahan dasarnya. Selain itu rempah-rempah seperti cabai merah, cabai hijau besar, jahe dan kunyit bakar, menjadi bumbu pendamping yang membuat kuliner ini terasa lezat.

Citarasa yang pedas dengan rasa kunyit yang kental menjadikan kuliner khas tanah Minahasa ini menjadi lezat. Teksturnya yang berwarna kuning dengan sedikit kuah hasil rebusan air saat proses pemasakan.
Sangat mudah untuk bisa mencicipi kuliner khas Minahasa ini. Cari saja rumah makan khas minahasa di sekitar Kota Manado atau daerah lainnya di Sulawesi Utara. Begitu Anda memasuki rumah makan disana, Anda akan disajikan dengan tinoransak yang begitu menggoda selera. Harganya pun cukup terjangkau, berkisar antara Rp15.000-Rp20.000, Anda akan merasakan tinoransak yang pedas juga gurih.

Sarapan Kaya Gizi Dengan Tinutuan Khas Manado

Kota Manado merupakan gerbang bagi wisatawan yang ingin menikmati keindahan Taman Nasional Bunaken. Dari kota inilah, Pulau Bunaken dapat ditempuh dengan waktu 20 menit. Namun kota yang terletak di tepi laut ini tidak saja berfungsi sebagai pintu masuk tapi ada kekayaan kuliner yang menjadi ciri khas ibukota Sulawesi Utara ini. Salah satunya adalah tinutuan, sarapan khas warga Manado yang kaya akan gizi.
Tinutuan dibuat menggunakan buah labu sebagai bahan utamanya. Selain itu, aneka sayuran seperti bayam, kangkung, daun gedi, jagung, dan daun kemangi juga menjadi bahan pelengkap yang dimasukkan dalam proses pembuatan kuliner khas Manado ini. Ada juga singkong dan sedikit beras yang menjadi bahan dasar dalam pembuatan kuliner ini. Karenanya, tinutuan menjadi kuliner yang kaya akan gizi.
Dalam proses pembuatannya, semua bahan dimasukkan. Kemudian direbus dalam sebuah panci hingga mengental. Berhasilnya pembuatan tinutuan terlihat jika warna labu, ubi, dan jagung menyatu menjadi warna kuning terang.

Cita rasa tinutuan menghasilkan rasa yang gurih di lidah. Rasa pedas juga bisa didapat dengan menambahkan sambal secukupnya, semuanya bergantung pada selera Anda.
Asal mula kuliner ini konon terjadi pada zaman penjajahan. Saat itu bahan pokok dan kebutuhan lainnya sangat langka. Masyarakat yang kelaparan akhirnya berkreasi dengan menggunakan bahan seadanya yang didapat dari halaman rumah mereka.
Mulai dari sinilah, kemudian bahan-bahan dicampur hingga menjadi sebuah makanan dan dapat mengisi perut yang lapar. Nama tinutuan memiliki arti semrawut atau campur aduk. Hal ini sangat pas melihat kuliner ini dibuat dengan semua bahan-bahan yang dipakai dimasukan secara bersamaan.
Saat berkunjung ke Manado, tidak ada salahnya untuk mencicipi kuliner kaya gizi ini. Kawasan Wakeke menjadi tempat yang paling tepat untuk didatangi. Di kawasan ini penjual kuliner dengan nama lain bubur manado ini berkumpul. Harganya pun cukup terjangkau, mulai dari Rp10.000 sampai Rp15.000. Sebaiknya carilah tempat yang paling ramai, Karena di situlah biasanya tinutuan yang paling enak berada.

Sinole Sebagai Alternatif Pilihan Makanan Berbahan Dasar Sagu

Sinole Sebagai Alternatif Pilihan Makanan Berbahan Dasar Sagu
Papua sangat identik dengan makanan-makanan berbahan dasar sagu. Hal ini wajar, karena memang pohon sagu jauh lebih banyak ditemui daripada ladang padi atau gandum. Bahkan, masyarakat Papua pun sudah menjadikan sagu sebagai makanan pokok mereka sehari-hari. Namun, makanan berbahan dasar sagu yang sudah banyak dikenal dan cukup akrab di telinga hanyalah Papeda.
Ternyata, selain Papeda ada juga makanan lain yang berbahan dasar sagu. Salah satunya adalah Sinole, olahan sagu dan parutan kelapa dengan citarasa yang sangat unik. Makanan ini adalah alternatif pilihan makanan berbahan dasar sagu agar kita tidak bosan menikmati Papeda saja.
Membuat Sinole ternyata cukup mudah. Sagu mentah yang sudah dijemur disiapkan kemudian diayak hingga halus menjadi tepung. Setelah itu, siapkan kelapa parut dan masukkan ke dalam wajan panas. Selanjutnya, masukkan tepung sagu berikut gula pasir dan garam. Campur semua bahan menjadi satu dan merata dalam proses sangrai hingga sagu berwarna kecoklatan. Selanjutnya, Sinole sudah jadi dan siap untuk dihidangkan.
Sinole memiliki rasa yang unik, citarasa manis berpadu dengan gurihnya parutan kelapa dapat terasa di lidah dengan cukup jelas. Tekstur lembutnya tepung sagu pun masih dapat terasa sekalipun makanan ini sudah dimasak hingga matang. Tekstur ini memang sengaja dipertahankan agar kenikmatan makanan ini pun tetap terjaga. Sinole cukup fleksibel untuk dinikmati, dapat menjadi pilihan makanan pokok seperti beras, atau dapat juga dinikmati sekedar sebagai teman minum teh saat pagi dan sore hari.

Tergoda Rupa-Rupa Bubur Madura

Bubur merupakan salah satu kuliner asli nusantara yang lahir dari kebudayaan agraris orang Indonesia. Dengan bahan-bahan utama berupa beras atau tepung yang banyak dihasilkan dari tanah Indonesia, bubur mengalami perkembangan dan inovasi, baik dari bahan yang digunakan, cara pengolahan, maupun dari segi cara pembuatannya. Bahkan, setiap daerah di nusantara mempunyai hidangan bubur dengan ciri dan cita rasa khas yang mewakili daerahnya masing-masing, termasuk bubur Madura salah satunya.

Bubur Madura merupakan bubur dengan cita rasa manis yang berisi campuran beberapa bubur seperti, bubur sumsum, bubur ketan item, bubur candil, dan bubur mutiara. Bubur kemudian diberi siraman santan dan gula merah cair. Mengingat bubur Madura merupakan perpaduan beberapa bubur, maka cara membuat sajian ini membutuhkan banyak bahan utama, antara lain tepung beras, beras ketan item, ubi, dan tepung mutiara.

  Tepung beras menjadi salah satu bahan yang digunakan untuk membuat bubur sumsum. Hal yang pertama dilakukan saat membuat tepung beras adalah dengan memasak santan, lalu masukkan garam secukupnya beserta daun pandan. Sambil terus diaduk, masukan tepung beras secara perlahan-lahan. Saat tekstur bubur sudah mulai mengental dan terdapat letupan-letupan, maka bubur sumsum sudah siap untuk disajikan.

Sementara bubur candil  terbuat dari campuran tepung beras dan ubi yang sudah direbus. Adonan candil dibentuk bulat dengan ukuran sesuai selera. Untuk menambah cita rasa manis, biasanya bubur candil dicampur dengan cairan gula merah.

Hal serupa juga dilakukan pada bahan utama beras ketan item dan tepung mutiara, sehingga menjadi bubur ketan item dan bubur mutiara. Setelah semua jenis bubur selesai dibuat, lalu disajikan ke dalam satu hidangan. Bubur Madura akan lebih nikmat dimakan dengan tambahan siraman santan dan gula merah cair.

Bubur Madura banyak dijumpai di berbagai jalan Kota Madura, bahkan penjual bubur Madura juga mudah ditemukan di beberapa kawasan di Jawa Timur. Terdiri dari berbagai macam bubur, bubur Madura menjadi sajian lengkap yang menggugah selera. Dengan harga yang relatif terjangkau, bubur Madura bisa menjadi pengganjal perut di kala lapar melanda, atau sekadar menjadi teman setia saat santai bersama keluarga dan sahabat tercinta.